Bahaya Limbah komputer atau limbah elektronik untuk kesehatan

Limbah komputer atau limbah elektronik adalah peralatan elektronik atau listrik yang sudah tidak terpakai. Peralatan elektronik bekas yang dimaksudkan untuk digunakan ulang, dijual kembali, upcycling, didaur ulang, atau dibuang juga termasuk limbah elektronik. Pengolahan limbah elektronik secara tidak tepat di negara-negara berkembang dapat menyebabkan efek buruk terhadap kesehatan manusia dan polusi lingkungan

Setiap rumah pasti memiliki barang elektronik. Ada yang bisa dibawa ke mana-mana seperti ponsel dan gadget lain, tetapi ada juga barang elektronik yang mengisi dan tersimpan di rumah, seperti televisi, kulkas, mesin cuci dan lainnya. Ketika barang-barang ini mengalami kerusakan dan tidak bisa diperbaiki, apa yang biasanya Anda lakukan?


Jika Anda membuangnya, perhatikan cara yang tepat untuk membuangnya. Sebab, barang elektronik rusak yang menjadi sampah atau limbah elektronik ( E-Waste) ternyata berbahaya bagi masyarakat. Beberapa komponen peralatan listrik dan elektronik bekas maupun limbahnya membutuhkan pengelolaan yang memenuhi syarat, karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3)

Mekanisme penyebaran Racun dari Limbah komputer atau limbah elektronik adalah ketika sampah elektronik yang beracun tersebut dibuang sembarangan. Maka akan terjadi kontaminasi tanah di mana e-waste itu dibuang, terhadap tanaman yang akan tumbuh dari tanah tersebut. Setelah tanaman tumbuh dan menjadi sumber makanan bagi beberapa hewan termasuk pakan ternak sapi, racun akan menyebar di sapi tersebut. Lalu tanpa sadar ketika manusia mengonsumsi sapi yang terkontaminasi itu, manusia juga terkena racunnya. Lebih berbahaya ketika yang mengonsumsinya adalah seorang ibu hamil. Ini adalah salah satu penyebab cacat pada anak. meski sudah dikelola namun dengan cara yang salah, maka tetap akan menjadi pengaruh buruk bagi kesehatan. 

Contohnya
banyak orang yang membakar sampah elektronik mendapatkan sesuatu benda yang bermanfaat didalamnya.

Maka dari itu, proses daur ulang yang tepat perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya efek buruk dari limbah racun tersebut. Meskipun E-Waste merupakan sampah yang sulit untuk didaur ulang. Oleh perusahaan pengelola sampah dengan teknologi dan tingkat keamanan yang sesuai, sampah elektronik atau E-Waste akan dipisahkan antara komponen yang masih berguna seperti metal, plastik, kaca, dengan komponen yang mengandung racun. Racun tidak dapat didaur ulang, dan jika dibiarkan, racun akan menyebar mencemari lingkungan. Solusinya, racun akan dicampur dan menjadi bahan untuk pembuatan semen. Karena semen itu bersifat padat dan mengikat, racun tersebut tidak bisa menyebar.

Sebagian limbah juga bisa dijadikan alternatif untuk bahan bakar menggantikan batu bara. Dalam sebuah penelitian, daur ulang e-waste di Indonesia dikatakan unik, yaitu dengan memperpanjang masa pakai dari produk elektronik yang sudah rusak dengan membawanya ke tukang servis. Namun pada komponen yang aman, sampah elektronik bisa didaur ulang untuk menjadi barang berguna lainnya. Tetapi memperpanjang masa pakai juga akan memperpanjang aliran e-waste dan aliran B3. Oleh sebab itu, jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk mendaur ulang dengan lebih aman, lebih baik untuk mengumpulkan sampah elektronik tersebut pada komunitas-komunitas e-waste. Ada Dewan Lingkungan Hidup yang menyediakan pelayanan, atau langsung kepada jasa perusahaan pengelola limbah sampah terkait.

Post a Comment

0 Comments